Minggu, 30 Desember 2007

TENTANG MANGGARAI TIMUR

ROMAN N LENDONG: Forum Masyarakat Manggarai Timur Jakarta Dukung Penuh Pemekaran

Jakarta, NTT Online - Forum Masyarakat Manggarai Timur Jakarta (FORMATTA) mendukung sepenuhnya realisasi pemekaran Manggarai Timur sebagai sebuah kabupaten. Namun, hal yang paling penting dari pembentukan kabupaten baru itu adalah sasaran dan tujuan yang hendak dicapai bagi kehidupan masyarakat Manggarai Timur sendiri. Sasaran dan tujuan tersebut harus dirumuskan dalam visi dan misi serta pendekatan strategis bagi pelaksanannya. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) FORMATTA Roman N Lendong dalam wawancara khusus dengan NTT Online di Jakarta.

“Seluruh masyarakat Manggarai Timur, termasuk warga Manggarai Timur di Jakarta, ingin sekali Manggarai Timur menjadi kabupaten sendiri. Tapi, satu hal yang akan menjadi potensi konflik adalah masalah penetapan ibukota kabupaten,” tuturnya.

Roman mengatakan bahwa konflik dalam proses pemekaran di Manggarai Timur dapat dieliminir atau dihindari jika tidak ada pihak atau kelompok masyarakat yang menilai ibu kota kabupaten adalah hal yang sentral. Dia menghimbau agar masyarakat Manggarai Timur tidak melihat pertama-tama di mana ibu kota kabupaten. “Tapi visi dari pembentukan kabupaten yang harus diperhatikan secara serius. Ini yang kita (FORMATTA - red) dorong,” tegas Roman.

Dia menuturkan FORMATTA akan memberi kontribusi pemikiran dalam hal perumusan visi dan misi pemekaran kabupaten yang berdasarkan pada pembangunan masyarakat, tidak sekedar pembangunan aspek ekonomi tapi mengembalikan masyarakat sebagai makluk rohani.

Karena itu, tegas Roman, masyarakat Manggarai Timur di Jakarta harus memberi perhatian bagi persiapan menuju pemekaran kabupaten. Keberadaan FORMATTA sangatlah strategis dan efektif menghantar masyarakat Manggarai Timur menuju penghidupan yang lebih baik dan berkualitas melalui pembentukan kabupaten yang otonom.

Roman mengakui bahwa pro-kontra di kalangan masyarakat Manggarai Timur tidak ada, namun dia tetap risau jika pihak-pihak tertentu akan memanfaatkan momentum pemekaran bagi kepentingan untuk berkuasa.

“Kita mencoba belajar dari pengalaman pemekaran kabupaten Manggarai Barat. Menurut saya, Manggarai Barat tak memiliki hal yang mononjol bagi kekhasan kebudayaannya karena tertutup oleh dominasi pembangunan ekonomi. Ada kontroversi psikososial di kalangan mereka. Mekar diartikan sebagai keterbelakangan budaya. Ini yang membuat mereka risau. Kita tidak ingin ke situ,” tegas Roman.

“Aksi sosial yang baik akan menjadi dasar pembentukkan masyarakat politik yang baik, dan ini akan muncul solidaritas dan trust (kepercayaan). Ada motivasi sosial bagi siapapun yang bergerak atau memimpin masyarakat,” tambahnya.

Roman juga mengatakan elit politik dan pemerintahan — DPRD, Bupati Manggarai, dan Gubernur — harus juga segera mempercepat pemekaran kabupaten Manggarai Timur karena telah menjadi keputusan DPRD periode tahun 1999 - 2002.

Pertimbangan secara umum adalah, kata Roman, untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mengingat wilayah Manggarai sangat luas. Kesenjangan pembangunan terjadi di banyak daerah di Manggarai akibat terbatasnya akses karena infrastuktur jalan yang sangat buruk.

Minimnya sumber daya di birokrasi juga faktor lain bagi keterbelakangan pembangunan di Manggarai Timur. “Saat ini adalah momentum baik karena Bupati Christian Rotok yang adalah putra Manggarai Timur diharapkan dapat memberi perhatian bagi pembangunan di Manggarai Timur melalui pembentukan kabupaten baru,” kata Roman.

Lebih Berpotensi

Dari segi ekonomi, kata Roman, Manggarai Timur mempunyai potensi luar biasa, jauh lebih baik dibanding Manggarai Barat dan Manggarai.

“Kemiskinan di Manggarai Timur tidak perlu terjadi karena potensi komoditi yang bagus seperti kopi, padi, kemiri, coklat, dan cengkeh. Banyak warga Manggarai Barat dan Manggarai mencari pekerjaan ke Manggarai Timur, sebaliknya tidak. Ini refleksi konkrit bahwa Manggarai Timur itu potensial,” tutur Roman.

Saat ini, pendapatan per kapita di Manggarai terkecil, jauh di bawah standar umum yakni Rp 1,2 juta per tahun, sementara standar umumnya Rp 1,6 juta hingga 1,8 juta.

Pusat Pendidikan

Kembali ke masalah ibu kota untuk kabupaten Manggarai Timur, menurut Roman, agar ibu kota tidak dianggap sebagai sentral dalam proses pembentukan kabupaten, penting disepakati ibu kota Manggarai Timur dijadikan sebagai sentra bagi pembangunan aspek terpenting bagi masyarakat Manggarai Timur.

Menurut dia, kota-kota yang ada tidak strategis bagi ibu kota kabupaten. “Dalam perspektif saya, kita bangun ibu kota sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, karena jumlah masyarakat tidak berpendidikan di Manggarai Timur sangat tinggi,” tutur Roman.

Tidak sekedar nostalgia, lanjut Roman, bahwa Flores adalah sumber guru, kita perlu pertahankannya.

2 komentar:

putra flores mengatakan...

semoga kita semua bisa membawa manggarai ke era yang lebih baik lg,era yang maju akan pendidikannya, serta masyarakat yg rukun,

KABUPATEN MANGGRAI TIMUR "CHARLES TOLOK LENANG KELUARGA BESAR BAPAK YULIANUS JEMIHU WATUPACI " mengatakan...

Maju terusssssssssss